Inilah Bukti Neil Amstrong Benar-Benar Mendarat di Bulan


Tahun 1969, pesawat Apollo 11 berhasil membawa dan menjejakkan manusia untuk pertama kalinya di Bulan. Tentu kita semua masih ingat siapa saja awak dari Apollo 11 itu. Nama Niel Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins mungkin merupakan nama-nama yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Ketiga orang itulah para astronot yang dikirimkan oleh NASA dalam misi penerbangan manusia pertamakali ke Bulan dengan Apollo 11. Peristiwa ini tentunya menjadi suatu tolak ukur bagi kemajuan IPTEK kita, dan mungkin kedepannya penjelajahan ke Mars maupun planet lainnya dengan mengirimkan manusia pertama kesana bukan menjadi suatu impian lagi.

Namun sayang, setelah lebih dari tiga dekade terlewati pro kontra masih membayangi peristiwa bersejarah itu. Banyak oknum yang belum sepenuhnya mempercayai bahwa NASA benar-benar mendaratkan manusia ke Bulan dikarenakan beberapa sebab, diantaranya penguasaan teknologi yang belum memadai saat itu,dll. Era tahun 1969 merupakan masa dimana perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika belum berakhir. Mungkin karena ambisinya untuk memenangkan perang dingin inilah yang membuat pihak Amerika kemudian membuat suatu "kecurangan" dengan sebuah proyek rekayasanya yang mengambil setting pendaratan di bulan tsb. Satu fakta yang mungkin membuat Amerika "geram" adalah kabar keberhasilan Soviet yang telah mengorbitkan Vostok 1-nya bersama Yuri Gagarin, sebagai manusia pertama yang berhasil melakukan perjalanan ruang angkasa.

Tapi, benarkah misi Pendaratan Apollo 11 di bulan itu memang benar-benar dipalsukan oleh NASA dengan membuat filmnya di Studio?


Pada tanggal 15 Februari 2001,
American Fox TV Network menayangkan sebuah program yang disebut Conspiracy Theory : Did We Land on the Moon? (Teori Konspirasi : Apakah Kita Sungguh Mendarat di Bulan?). Mitch Pileggi, seorang aktor dalam film X-Files memandu acara satu jam ini, menyatakan bahwa NASA telah memalsukan seluruh proyek Apollo ke Bulan dengan membuat filnya di Studio. Namun, mitos ini hanya diyakini sedikit orang di Amerika. Berdasarkan jejak pendapat Time pada tahun 1995 dan Gallup pada tahun 1999, yakni hanya sekitar 6% saja orang Amerika yang meragukan bahwa 12 Astronot telah berjalan di bulan. Ke-6% orang-orang yang meragukan hal itulah yang disebut sebagai penganut teori konspirasi. 
Para penganut Teori Konspirasi diluar Amerika mungkin lebih banyak lagi, menurut taksiranku, saat ini lebih banyak orang yang mempercayai mereka mengenai mitos tentang kepalsuan pendaraatan di Bulan yang dilakukan oleh NASA.CMIIW*
 
Para penganut teori konspirasi dan orang yang skeptis tentunya mempunyai banyak bukti akan hal ini. Menurut mereka banyak beberapa hal yang aneh pada foto-foto yang dipublikasikan oleh pihak NASA selama misi ke bulan tsb. Diantaranya foto yang memperlihatkan bendera tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada atmosfer dan angin. Mereka juga menunjukkan bahwa dalam semua foto yang seharusnya memperlihatkan para astronot sedang berada di permukaan Bulan yang hampa udara, mereka tidak melihat obyek gambaran bintang-bintang dilangit yang gelap.

Tapi, saya pribadi justru mempercayai bahwa misi Apollo 11 ke bulan itu bukanlah merupakan suatu kebohongan yang selama ini banyak digembar-gemborkan oleh para Skeptisme maupun penganut teori konspirasi .Mengapa?

Mungkin beberapa penjelasan yang saya uraikan dibawah ini lebih bisa membuka pikiran kita bahwa sebenarnya apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh beberapa oknum yang menyatakan bahwa pendaratan Apollo 11 di bulan itu palsu, bisa aku katakan merupakan sebuah tindakan "penyesatan" dan boleh dikatakan "fitnah". Berikut adalah point-point yang sering dipertanyakan di beberapa forum luar menganai berbagai kejanggalan-kejanggalan tsb. Sengaja ditampilkan dalam gaya tanya jawab yang disertakan beberapa gambar untuk lebih mudahkan teman-teman dalam membaca dan mencerna uraian dibawah ini.

X : Penganut Konspirasi
Y : sebagai orang yg mempercayai Apollo 11 benar2 mendarat di Bulan

Point 1. Mana bintangnya?


X : coba lihat pict diatas,mengapa tidak ada bintang pada gambar yang diambil para astronot dari permukaan Bulan. Logikanya tanpa atmosfer otomatis langit Bulan menjadi gelap. Jika demikian tentunya pengamat bisa melihat objek-objek terang seperti bintang.

Y : Penjelasannya sangat sederhana, film dengan kualitas terbaik pun tidak dapat
memperlihatkan secara bersamaan dua objek , yg satu sangat terang (pakaian astronot warna putih yang terkena sinar matahari) dan obyek lain yang redup (bintang). Story Mugrave, seorang astronot yg telah terbang keluar angkasa sebanyak enam kali, mengatakan bahwa ketika ia berada diluar pesawat , dibawah sinar matahari yang terang, ia tidak dapat melihat bintang-binatang. Namun ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan matanya dapat beradaptasi dengan lingkungan yg lebih gelap, pada saat itulah dia dapat melihat bintang.

Penjelasan lainnya, pada langit Bumi, partikel-partikel atmosfer Bumi akan menghamburkan cahaya matahari pada panjang gelombang biru, sehingga langit siang hari pun tampak biru. Berbeda dengan Bulan, yang hampir dapat dikatakan tidak memiliki atmosfer sehingga langit senantiasa gelap, baik siang maupun malam. Jadi, jika kita berada di Bulan, tentunya bintang akan selalu terlihat. Tetapi kenapa tidak terekam dalam gambar yang diambil Apollo? Dalam foto itu, sebenarnya bintang tersebut ada, namun terlalu redup untuk ditangkap kamera. Kamera dan film yang digunakan oleh para astronot disetel untuk mengambil gambar-gambar kegiatan di Bulan. Exposure timenya diatur sedemikian rupa agar dapat merekam kondisi permukaan Bulan yang terang, bukan untuk mengambil gambar objek-objek lemah pada langit latar belakang.

Point 2. Mengapa bayangnya tidak paralel?



X : Mengapa bayangan astronot dan b agian-bagian peralatan ilmiah di permukaan bulan tidak benar-benar paralel? tidak masuk akal!!

Y : Bayangan itu tidak paralel karena hanya diterangi satu sumber cahaya yg jauh seperti matahari. Namun, hal itu benar jika kamu berada dipermukaan yang rata dan tidak berefek 3 dimensi. Jika kita mecoba memperlihatkan realitas 3 dimensi pada permukaan yg tidak rata di dalam foto dua dimensi yg memiliki kontras, bayangan jatuh ke arah yg sedikit berbeda.

Point 3. Benderanya dapat berkibar?


X : Mengapa bendera bisa berkibar ditempat yang hampa udara seperti bulan. Logikanya,bendera dapat berkibar apabila ada angin, karena hanya udara yg bergeraklah yg dapat mengibarkan bendera.

Y :
1. Tidak ada angin di dalamstudio film kecuali jika kipas angin dihidupkan.
2. Jika ada cukup banyak angin di studio film,sehingga bendera berkibar , angin itu juga pasti menggerakkan debudebu di kaki mereka.
3. Untuk bisa berkibar, bendera tidak selalu membutuhkan angin. Setidaknya di ruang angkasa hal inilah yang terjadi. Pada kondisi di Bulan, bendera dipancangkan bukan hanya pada tiang vertikal, tapi terdapat juga tiang horizontal yang ditambahkan di bagian atas bendera, sehingga bendera tersebut tampak tergantung dan merentang. Selain itu permukaan Bulan yang keras mempersulit pemancangan tiang bendera, sehingga para astronot harus memutar tiang tersebut maju mundur agar bisa ditanamkan di tanah bulan. Akibat gerakan ini, bendera tersebut berkibar, atau yang sebenarnya lebih tepat jika disebut bergetar. Di Bumi kibaran bendera terjadi beberapa detik dan diperlambat oleh udara, tapi kondisi vakum di Bulan menyebabkan gerakan bendera tersebut tidak akan berhenti karena tidak ada gaya dari luar yang menghentikannya.

Sesungguhnya, bendera yg berkibar itu justru membuktikan bahwa para astronot memang berada di Bulan. Bendera itu bergoyang karena baru saja dipasang. Dan terus bergoyang selama beberapa waktu dengan cara yang tidak biasa karena gravitasi Bulan 1/6 gravitasi Bumi, dan karena tidak ada udara di bulan untuk segera menghentikan gerakan bendera.

Point 4. Mana Kawahnya?


X : Pada foto yang lain, tidak tampak adanya lubang bekas semburan roket (kawah) pada lokasi pendaratan. Untuk roket seukuran Apollo seharusnya semburannya dapat menimbulkan lubang yang besar pada permukaan Bulan. Jadi, bagaimana bisa roket mendarat mulus tanpa membekaskan jejak besar?

Y : Untuk melakukan sebuah pendaratan tentu tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi tapi dengan kecepatan yang diperlambat. Tidak ada satu orangpun yang memarkirkan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam. Hal yang sama berlaku juga pada Apollo 11. Semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket tersebut diperlambat sampai sekitar 1500 kg saat mendekati permukaan. Dengan diameter pipa pengeluaran roket sebesar 54 inci (dari Ensiklopedia Astronautica), dan ukuran roket sekitar 2300 inci persegi, semburan roket hanya menimbulkan tekanan sekitar 0.75 kg /inci persegi. Tekanan sebesar ini tidak akan sampai menimbulkan jejak lubang yang besar.

Hasil foto-foto yang diambil di Bulan juga memperlihatkan adanya bayangan yang kurang gelap. Obyek yang seharusnya gelap karena berada dalam daerah bayangan, tetapi dalam foto dapat jelas terlihat, termasuk tulisan di sisi pesawat. Jiika Matahari merupakan satu-satunya sumber cahaya, dan tidak ada udara yang dapat menghamburkan cahaya, seharusnya bayangan yang terjadi sangat gelap. Sebuah persepsi yang salah. Memang ini bukan di Bumi dan cahaya Matahari tidak dapat dihamburkan dalam kondisi hampa udara. Tapi di Bulan masih ada sumber cahaya lain yang berasal dari Bulan sendiri. Debu di Bulan memiliki sifat yang khas: yaitu memantulkan kembali cahaya ke arah sumber cahaya berasal.

Point 5. Transmisi suara tidak ada jedanya sama sekali?

X : Transmisi suara dari bulan ke bumi kok gak ada jedanya sama sekali, padahal mustinya kira-kira 5 detik, baru samapi ke bumi?

Y : Transmisi audionya sebenarnya ada jedany. Antara suara dari bulan dan konfirmasi dari bumi tidak ada jeda. Itu jelas karena transkrip tersebut dicatat dari bumi. Contohnya pada potongan transkrip berikut :

1.102:41:12 Duke: Eagle, you've got 30 seconds to P64
2.102:41:19 Aldrin: Roger. (Pause)
3.102:41:27 Duke: Eagle, Houston. Coming up 8:30; you're looking great. (Pause)
4.102:41:35 Armstrong: (Garbled) 64.
5.102:41:37 Duke: We copy. (Long Pause)

Coba liat antara line 1 dan 2, ada 7 detik berlalu setelah mission control (Duke) memberikan informasi sampai terdengar konfirmasi dari Aldrin, waktu yang lebih dari cukup untuk gelombang elektromagnetik merambat ke bulan dan kembali lagi ke bumi. (jarak bumi ke bulan sekitar 360 ribu km, kecepatan cahaya sekitar 300 ribu km/s bolak balik cukup sekitar 2,4 detik saja)

Tapi coba perhatikan hanya ada 2 detik berlalu setelah informasi dari Armstrong dan konfirmasi dari mission control waktu yang juga lebih dari cukup untuk gelombang suara merambat dari speaker mission control ke telinga Duke lalu merambat dari mulut Duke ke mic dihadapannya.

Point 6. Masalah sabuk Radiasi Van Allen (Van Allen Belts)


X : Untuk mencapai bulan , astronot harus melewati Sabuk Radiasi Van Allen, yang bisa meghasilkan jumlah radiasi cukup fatal, bagaimana mungkin mereka dapat selamat?

Y : Radiasi adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan NASA sebelum penerbangan pertama, namun mereka
memenginvestasikan jumlah yang cukup besar untuk penelitian ini dan menentukan bahwa resikonya minimal. Apollo memerlukan satu jam untuk melewati sabuk radiasi untuk berangkat dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot sekitar satu rem. Orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian pada radiasi 300+ rem. Jelas dosisnya memiliki rentang yang sangat jauh untuk dianggap beresiko.

Point 7. Tidak akan pernah ada foto yang berhasil diambil?

X : Tidak akan ada foto yang bisa diambil di bulan, sebab film akan meleleh pada suhu 250°F.

Y : Film yang biasa akan segera meleleh jika di ekspos pada suhu 250°F, bagaimanapun film yang digunakan bukan film biasa, dan tidak pernah diekspos pada temperatur sekian. Astronot Apollo menggunakan film tranparansi khusus yang didisain spesifik, di bawah kontrak NASA, untuk lingkungan yang tidak ramah misal di Bulan. Menurut Kodak, film akan mulai melemah pada 200°F, dan tidak akan meleleh sampai pada suhu 500°F. Kamera juga diproteksi didalam casing spesial yang didisain agar tetap dingin. Situasi di Bulan yg hampa udara sangat berbeda dengan misal di dalam oven. Tanpa konveksi dan konduksi, metode yang mungkin untuk transfer panas hanyalah radiasi. Panas radiaktif bisa dialihkan secara efektif dengan membungkus material menggunakan permukaan reflektif, biasanya material putih. Casing dari kamera sama juga seperti seragam astronot,putih.

Sebenarnya,masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dari pihak Skeptic , namun karena aku rasa terlalu banyak, maka pertanyaan2 yang paling sering ditanyakanlah yang ku ulas.

Namun, ada suatu bukti yang tidak dapat dibantah bahwa manusia benar-benar pernah pergi ke Bulan, yaitu batu-batu bulan yang dibawa dengan berat total 382 Kg, yg telah diperiksa oleh ratusan ahli geologi dari seluruh dunia.




Batuan Bulan yang berhasil dibawa para awak Apollo Batuan-batuan ini memiliki karakteristik yang sama dengan batuan bulan yg ditemukan di pesawat ruang angkasa Rusia tanpa awak. Yang perlu diketahui bahwa batuan bulan itu sangat aneh,diantaranya :

1. Karena hanya mengandung sedikit air
2. (lihat gambar ke-2 batu bulan ) Karena sering terkena sinar kosmis selama jutaan tahun di permukaan bulan yang hampa udara,maka terbentuklah lubang-lubang aneh dipermukaannya.
3. Batuan bulan sangat berbeda dengan batuan bumi, dan tidak dapat dipalsukan denganteknologi terbaru apapun. Untuk menghasilkan batuan bulan palsu , setidaknya kita harus melumatkannya dengan tekanan 1.000 atmosfer dan memanasinya dengan suhu 1.100 derajat celcius selama beberapa tahun. Kemudian, selagi tetap berada dalam tekanan, dinginkan perlahan selama beberapa tahun lagi. Betapa konyolnya NASA jika harus
bersusah payah melakukan hal ini semua, betul tidak tidak?

Seharusnya, kita semua tidak sepantasnya
terpengaruh pada berita yg hanya secara sepihak menyoroti perjalanan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dalam menjadi misi pertama ke bulan.

Padahal ada beberapa misi yg sudah berhasil mendarat di bulan setelah Armostrong dan Aldrin.
Orang terakhir yg berjalan ke bulan adalah Gene Cernan yg melakukan misi bersama astronot Jack Schmitt, 7 - 19 Desember 1972.


sumber :
www.space-01.blogspot.com 

35 comments:

  1. masih bingung dengan 2 pendapat ini , heheeh
    sebab kan itu sebelum neil amstrong yuri gagarin lebih dulu kemudian america tidak mau kalah dng meroketkan neil amstrong ke bulan.

    ReplyDelete
  2. @Zaldi

    iya zaldi,, tapi teori yg ane posting di atas (berbagai sumber) ane yakin lebih shahih :D..

    yuri gagarin adalah manusia pertama yg ke luar angkasa (bukan menginjakkan kaki ke bulan)

    ReplyDelete
  3. orang yang pertama mendarat di bulan adalah wak kamak...orang cikampek.Dia mendarat mulus di " bulan" bininya...wkwkwkwkwkwkwkwk!!!

    ReplyDelete
  4. saya rasa saat membaca bantahannya,, sangat kurang akurat

    ReplyDelete
  5. kalo yang ini gimana Bro??


    1. Program komputer seperti apa yang digunakan untuk mengontrol komunikasi antara bumi dan bulan pada tahun 1969? Sementara teknologi komputer baru mulai maju tahun 1995an.
    2. Teknologi komunikasi seperti apa yang digunakan untuk mendukung komunikasi video antara bumi dan bulan pada tahun 1969? Sementara teknologi komunikasi pada tahun 1969 masih terbelakang.
    3. Gelombang radio apa yang digunakan dan berapa daya yang dipancarkan oleh pesawat ruang angkasa untuk menjaga agar nilai SNR (signal to noise ratio) tinggi sehingga bisa menempuh jarak yang cukup jauh. Perlu dicatat bahwa jarak antara bumi dan bulan adalah 385.000 km sedangkan bumi sendiri dilapisi oleh 7 macam atmosfer.
    Selain alasan keterbatasan kapasitas teknologi yang digunakan, juga terdapat keganjilan dalam gambar yang ditayangkan.

    Lalu bagaimana dengan video live yang ditayangkan di televisi tahun 1969?
    Video pendaratan Apollo 11 dikirim langsung ke bumi dari pesawat Apollo 11 dengan menggunakan antenna Lunar Module dan power supply. Sehingga terdapat batasan bandwidth yang dapat ditransmisikan sehingga Apollo 11 hanya dapat menggunakan gambar hitam-putih, slow-scan TV camera dengan scan rate 10 frame per detik pada 320 baris per frame. Untuk dapat ditransmisikan ke televisi set di rumah, gambar-gambar ini perlu di convert ke standard TV komersial. Di Amerika, standard EIA adalah 30 frame per detik pada 525 baris per frame. Tayangan yang dikirim ditampilkan pada monitor hitam-putih 10 inch dan sebuah kamera vidicon di arahkan ke layer monitor kemudian di scan menggunakan standar EIA. Dengan demikian, gambar terlihat tidak sempurna disebabkan oleh perbedaan frame rate (banyaknya gambar per detik) antara transmitter (peralatan NASA) dan receiver (peralatan penerima video di stasiun televisi). Perbedaan tersebut menyebabkan terjadinya penggandaan frame dan baris. Setiap frame yang dikirim digandakan menjadi 3 kali dan gambar sebanyak 320 baris harus diubah menjadi gambar dengan banyak baris 525. Sebagaimana kita memperbesar gambar bitmap menjadi 525/320 kalinya yang menyebabkan penggandaan pixel yang tidak beraturan dan gambar terlihat pecah. Penggandaan frame sebanyak 3 kalinya yang terjadi di semua frame akan menyebabkan terganggunya gerakan objek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. apakah tmen2 juga tidak sepakat tentang yuri gagarin yang lebih dulu keluar angkasa?

      itu fakta dan memang pada saat itu sudah ada video (dgn gambar bergerak)..buktinya penayangan video itu di televisi adalah sebuah kenyataan bukan..hehe

      oya,terima kasih udah ikut diskusi..sangat menambah wawasan saya.dan saya harap juga kawan2 lain :D

      Delete
  6. Almarhum ayah saya adalah seorang tehnisi di Direktorat Jendral Perhubungan Laut, jadi waktu saya kecil banyak sekali peralatan elektronika dirumah, dan tahun 70an, seingat saya peralatan banyak yang menggunakan lampu tabung dan transistor, belum ada chip,prosesor komputer apa lagi micro chips.
    Bila di tahun 1969 manusia sudah ke bulan, tentunya peralatan elektronik pendukung dan komputernya besar-besar.
    Nahhh... yang jadi masalah, sekarang ini, disaat semua peralatan sudah menggunakan microchips dan layar sentuh, belum pernah ada lagi yang pergi ke bulan. Semestinya, bulan itu sekarang ini sudah jadi tempat wisata seperti Disneyland, atau paling tidak Taman Impian Jaya Ancol lahhhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah benar sekali..

      sekarang malah penjelajahan luar angkasa lebih canggih lagi, tidak hanya ke bulan, sekarang sudah mulai mengirim robot ke mars. dll

      bahkan sekarang banyak ditemukan planet-planet baru.

      mengenai wisata luar angkasa memang sudah ada (bagi milyuner),bahkan tahun 2013 akan dibuka lagi sains.kompas.com/read/2011/01/18/19363822/2013..Wisata.Luar.Angkasa.Kembali.Dibuka

      bahkan rusia sedang mempersiapkan bagaimana caranya bisa membuat hotel di bulan..

      sekarang banyak pnelitian lebih jauh dr bulan, bahkan sudah mencapai ke planet lain :)

      Delete
    2. dan juga jangan disamakan peralatan yang dimiliki indonesia dengan peralatan/pengetahuan amerika saat itu :)

      (bukan mw merendahkan indonesia,hanya saja kita harus melihat fakta) :)

      Delete
  7. Coba lihat sekali lagi di Foto Benderanya yang berkibar gan...
    Astronotnya sendiri memiliki bayangan, tapi kok bendera sama tiangnya tidak memiliki bayangan..

    ReplyDelete
  8. Yang saya tanyakan tuh bukan foto tetapi teknologi apa yg digunakan NASA untuk pergi kebulan . dari segi fotonya Gambarnya kok bagus ya berwarna, sedangkan foto jaman dlu itu kan cuma bisa hitam putih...kalo memang tahun 1969 sampai bisa merekam warna .....teknologi mereka super canggih doang. masih 50-50 nih.

    ReplyDelete
  9. sya kurang puas dg jawaban anda atas pertanyaan saudara f_roy_e

    ReplyDelete
  10. inilah saatnya kita para generasi muda untuk membuktikan manakah yang benar... dengan belajar terus menerus.gak boleh kalah sama astronot di amerika...

    ReplyDelete
  11. heran deh Ikhwanesia.com di bayar berapa ama paman SAM. anda pemuja NASA ya... ups... sori. kalau foto bendera "berikibar" itu efek getaran tancapan. seharusnya terjadi skian detik, itu jarak antara bendera sama neil amstron udah jauh mestinya getaran udah selesai dong kecuali tiang benderanya semacam fiber yang memiliki kelenturan lebih di banding besi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jadi masalah giman buang air besar gak bisa cebok

      Delete
  12. simple aja sih pertanyaan aku ..
    siapa yg pertama injek kaki di bulan??
    digembar gemborkan neil amstrong?
    kalo awak lain(kalo gak salah aldrin) yg megang kamera, atau setidaknya merekam neil pada saat turun dari pesawat, logikanya harusnya awak itu dong yang pertama menginjakkan kaki di bulan??
    mohon penjelasannya ..
    soalnya akupun masih ragu ..
    logikanya, seorang neil amstrong, klo pun dia mmg pernah ke bulan, dia bakalan jadi orang yng benar2 diperbincangkan, dan berbagai profilnya pasti muncul, tapi ini? seakan dirahasiakan.
    terus kalopun memang benar mereka pernah kesana, harusnya segala macam FILE yang berhubungan dgn pendaratan di bulan dijaga baik2, kalo bisa masuk museum,karena ini adalah PENEMUAN TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA. tapi APA? NASA bilang file nya hilang kan?? kok ceroboh banget siih? atau takut ketauan boongnya??

    ???????????????????

    ReplyDelete
  13. simple aja sih pertanyaan aku ..
    siapa yg pertama injek kaki di bulan??
    digembar gemborkan neil amstrong?
    kalo awak lain(kalo gak salah aldrin) yg megang kamera, atau setidaknya merekam neil pada saat turun dari pesawat, logikanya harusnya awak itu dong yang pertama menginjakkan kaki di bulan??
    mohon penjelasannya ..
    soalnya akupun masih ragu ..
    logikanya, seorang neil amstrong, klo pun dia mmg pernah ke bulan, dia bakalan jadi orang yng benar2 diperbincangkan, dan berbagai profilnya pasti muncul, tapi ini? seakan dirahasiakan.
    terus kalopun memang benar mereka pernah kesana, harusnya segala macam FILE yang berhubungan dgn pendaratan di bulan dijaga baik2, kalo bisa masuk museum,karena ini adalah PENEMUAN TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA. tapi APA? NASA bilang file nya hilang kan?? kok ceroboh banget siih? atau takut ketauan boongnya??

    ???????????????????

    ReplyDelete
  14. saya juga mau tanya sama mas @ikhwanesia
    darimana anda percaya semua ini ???
    udah cek bukti fisik belum??

    ReplyDelete
  15. saya juga mau tanya sama mas @ikhwanesia
    darimana anda percaya semua ini ???
    udah cek bukti fisik belum??

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. hahahah... capek juga tuh jelasin ke orang2 yg anti amrik zionis, yg namanya 2D ya mana bisa terima kemajuan jaman, mendingan NASA maju terus sampe ke MARS tinggalin ente pada yg cuma mikirin "kebohongan" yg dibuat astronot pendengar suara adzan... :P

    eeh?? gak tau arti 2D ??
    kasian amet... nih baca disini penjelasannya http://www.facebook.com/habib.menjawab

    ReplyDelete
  18. aduhhhhhhhhhh admin,........anda memalukan sekali,....
    jadi pemuja sempak aja kau lagi cocoknya,......

    upload bertita tu yg akurat min, ini mah bohong di sebarin

    ReplyDelete
  19. menyedihkan sekali yang punya situs ini,........

    ReplyDelete
  20. buat admin ANda harus melanjutkan pendidikan biar pintar, anda harus tau bagaimana konspirasi barat,..apa itu area 51 dll,.....

    ReplyDelete
  21. wah-wah wah... bahasa anda sangat tidak terpuji ramon cybers ..

    kalau ada pandangan lain ya disampaikan secara baik2 dan santun, jangan seperti orang tidak sekolahan. ^_^

    ReplyDelete
  22. bukannya bermaksud sara.. tapi, berita klo amrik ga pernah dateng ke bulan mulai gencar setelah ada isu klo armstrong memeluk islam...iya ga ???? efeknya apa coba ??(silahkan dipikirkan...) amrik pun dilematis sekarang tentang isu klo armstrong memeluk islam satu sisi ada yg mengatakan klo armstrong sebenarnya tidak pernah kebulan. dan disisi lain juga harus mengakui klo "misalnya" armsrong benar2 tidak menginjakkan kakinya dibulan bahwa amrik sudah jauh tertinggal dengan rusia waktu itu....

    sesungguhnya, tidak ada makar yg tidak diketahui oleh allah...

    dan satu lagi... media dan pemerintah kita hanya sibuk membahas masalah korupsi, banjir, kelaparan, dll.... ga malu sama malaysia yg mulai memikirkan kesejahteraan dan pendidikan ???? sudah saatnya berbenah diri lihatlah apa yg sudah kau buat untuk kemajuan manusia saat ini...

    ReplyDelete
  23. ini mendidik kita utk memajukan ilmu pengetahuan

    ReplyDelete
  24. utk menentukan benar / hoax tentunya susah. saya setuju dengan ikhwanesia. jadi ini mendidik kita utk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai bidang masing2. bagi seorang ilmuwan, urusan berhasil/ tidak itu tidak penting, yg penting berusaha. utk urusan konspirasi itu urusan politik / pemerintah /hankam.bukan urusan kita yg ilmuwan. karena menurut saya karakter ilmu pengetahuan tidak bisa dibohongi. walaupun bisa "disesuaikan" dg politik yg ada.

    maju terus ikhwanesia dalam mengembangkan iptek. bagi anda yg bukan pecinta ilmu / idealis pemberontak. maaf2 ya ,,,

    sekali lagi utk masalah Benar/Hoax apollo ini , bagi ilmuwan itu bukan masalah terpenting. kajiannya ilmu astronominya yg penting

    terima kasih

    ReplyDelete
  25. trima kasih dukungannya krisna noval.. :)

    ReplyDelete
  26. bukti batu yang beratnya 382 kg, bisa saja meteor/ asteroid yang jatuh ke bumi ya kan???

    ReplyDelete
  27. ekhm.. bgini..Bukannya kamera yg dulu gak ad sebersih ini masih tahun 60an lg? trus pas lihat videonya yg neil amstrong lompat2 gitu kok bisa lancar gitu? pdahal kan d bulan klau mau jalan aja susah, trus batu yang di dapat itu katannya ilmu2 gt ad samanya d afrika?? bingung ihk,

    ReplyDelete
  28. buka link ini coba.. -> http://www.youtube.com/watch?v=om3A29xDieM

    ReplyDelete
  29. Wah... Wah...!! Ternyata masih banyak yg gak mau nerima kenyata'an tersebut, alias masih nyangkal keras kalo armstrong pernah mendarat di bulan, Kalo menurut saya pribadi saya percaya kalo arsmtrong itu benar-benar mendarat di bulan, Kita sendiri juga tau kalo technologi indonesia tertinggal 1 abad oleh technologi US, Kemajuan indonesia sa'at ini, itu adalah kehidupan di US 1 abad yang lalu, Kita juga tau?? Kalo pada thn 1969 US sedang perang dingin dengan UNI SOVIET. Nah...!! seharus nya UNI SOVIET lah yang seharusnya bertegang urat leher menyangkal kebenaran tsb, tapi nyatanya tidak..!! Jadi sudah jelas bahwa arsmtrong memang mendarat di bulan.

    ReplyDelete

 
Top